Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Corat- Coret

Cerita dari Secangkir Espresso

20 Juni 2023, Malam itu, di suatu sudut cafe, aku masih terdiam menanti kedatangan seseorang. Terakhir kali meninggalkan jejak, dia mengabarkan tengah menuju ke tempat kami janji bertemu. Eits… ini bukan kencan. Jadi cerita ini akan jauh dari cerita romansa yang diharapkan terjadi. Tapi aku sengaja menandai tanggal ini, sebab ini pertama kalinya aku mengenalnya. Mengenal siapa? Nanti juga akan tahu sendiri. Tiada kegiatan lain yang aku lakukan saat itu selain mengamati situasi sekitar dan membolak-balik buku menu. Menemukan apa yang sekiranya cocok untuk menemaniku dalam pertemuan kali ini. Hingga orang yang kutunggu tiba, pilihanku jatuh pada secangkir espresso dengan berbagai pertimbangan. Samar kulihat nampak kerutan pada dahi seorang perempuan yang mencatat pesananku. Mungkin dia merasa ada yang salah, sehingga memastikannya kembali. Iya, aku baru menyadarinya setelah sebuah pertanyaan terlontar darinya. Meskipun setelahnya ganti aku yang mengernyit. Ah… ternyata selain menguap d...

Mari Kita Syukuri Hari Ini

Hmm…. Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari hari ini, selain akhirnya aku mendapatkan waktu untuk jeda sejenak. Aku juga gak ngerti, kenapa iseng untuk menandai hari ini menjadi suatu hari yang patut disyukuri kedatangannya. Apa karena pengaruh aku bisa leluasa istirahat lagi? Mungkin. 😁 Cakep ya, langitnya kalau dilihat dari sini? Ngomong-ngomong aku baru sadar pas iseng menjelajah  profile  sendiri. Tanpa terasa, blog ini sudah 11 tahun ada di sini. Iya, gak terasa. Yah…meskipun blog ini masih saja menepi dari hingar bingar lainnya. Ibarat seorang manusia, mungkin dia tengah memasuki masa-masa labilnya alias masa remaja. Masihkah blog ini labil dalam menentukan jati dirinya? Sepertinya 😅 Bagaimana tidak menepi?  Wong  aku saja jarang pamerin tulisan yang aku  post  di blog ini lewat sosial mediaku yang lain. Karena… pertama, masih malu. Ada sih niatan mau mengenalkan, tapi kok yak, tekad maju mundur terus? Kedua, entah. Aku berpikir rasanya lebih mena...

Rekindle to The Old Thing

Before this gonna be too far, it’s better if we’re praising Him first, for all of His mercy and abundant blessings so we have a chance to meet again here on this blog 😁 Hi, There 😃 How are you? How is life? The sentence above are belongs to…. Hihihi… Just kidding, this is not a question you used to met when having an examination. That is purely just an opening from the thing I want to breakdown. Still, I find any words to write down here. So, while wait for that, there is nothing wrong with greeting first, right? Honestly, I have no idea what I’m going to write about. Also have no clue what it will be. As far as I know, I’ve been missing quite long without leaving any notes to share. And this just another scratch to exercise after that writing absences. Still in the same water, there’s no word out but the feeling drive me so, even I have nothing to tell. So here it goes. Here I am.  Foto oleh Pixabay dari Pexels So, where have I been all this time? I didn’t go anywhere. ...

Menghadapi Kebuntuan

Photo by  Josh Hild  on  Unsplash Sebenarnya, aku gak tahu kemana jari-jari ini akan mengetik huruf di papan keyboard . Atau, kemana cerita ini akan mengalir. Atau... sebenarnya kamu mau ngapain sih, Meg? Mau bertingkah malu-maluin lagi? Hehehe… mungkin. Tapi sepertinya, aku akan kembali membuat pengakuan yang sebenarnya cukup bikin malu berhubung seorang Mega sudah biasa demikian. Jadi, post ini mungkin di luar ekspektasi. Sebab, ini hanya sebuah catatan kusut dari orang yang merasa masih belum memiliki arti. Tssaahh… So , Belakangan ini, aku sedang berada dalam tahapan gak ngerti mau kemana sebenarnya alias hilang arah. Mungkin, kebanyakan orang sulit untuk mengakui situasi terpojok dan buntu seperti ini. Serasa membuka satu kunci kelemahan. Tetapi sesaat kemudian aku berpikir, mungkin sesekali mengakui kelemahan gak masalah. Bukan berarti lemah, tapi capek kali lah kalau terus menerus menekan diri biar terlihat kuat padahal sebenarnya tidak. Mana tau kan ketem...

Catatan Hati Pada Sepintas Takdir

Photo by Ylanite Koppens from Pexels Teruntuk, Bapak, Ibu, Mas-mas, dan Mbak-Mbak sekalian… Sungguh, dimanapun kita berjumpa, ada sebuah tanya menggantung yang saya simpan rapat. Tetapi untuk saat ini saya berubah pikiran. Tanya itu tak lagi saya simpan dalam ruang hati, sebab sebuah kejadian berulang menyapa saya beberapa kali. Agaknya saya termasuk sekumpulan orang yang terkadang mempertanyakan letak keadilan di dunia ini. Bukan perkara telah diperlakukan semena-mena dalam artian sebenarnya. Ini hanyalah bentuk lainnya yang dialami sepihak saja, sebut saja saya. Ketika saya mengalami perang batin antara harus menjaga perasaan atau mengatakan yang sebenarnya, justru hal tersebut tak sepenuhnya saya dapatkan atau berimbas balik pada saya. Mengapa? Apakah ada tindakan salah yang tercermin dalam perilaku saya? Ataukah raut kebingungan yang terbaca jelas di wajah saya? Seringkali, kemanapun kaki ini melangkah, yang bisa saya lakukan adalah ...

Pisah...

Awalnya aku mengira, 38 hari yang kulalui adalah hari yang berat untuk dijalani. 38 hari penuh dengan beban dan mengharap mendapatkan imbalan besar semudah membalikkan telapak tangan setelahnya. 38 hari yang akan dilalui tanpa mengalami ikatan emosional di dalamnya. 38 hari yang mungkin akan memberi warna baru tanpa memiliki pendar cahaya dalam kilaunya. Berat..? Iya tahu. Semua pun mengeluhkan begitu. Hidup bersama sekelompok orang asing yang tak pernah saling menyapa sebelumnya. Hidup bersama mereka yang tak tahu akankah menerima dan menyambut dengan baik atau tidak. Hidup di lingkungan dimana seolah semua mata berharap lebih padamu, walau yang diharapkan belumlah siapa-siapa. Menemukan seorang asing yang tertidur di sampingmu. Seorang asing yang mungkin saja akan mendengar suara-suara aibmu dan menahan dirinya untuk membuatmu merasa nyaman. Seorang asing yang akan menyediakan makan untukmu dan memakannya bersamamu. Seorang asing yang akan menemani malam gelapmu dan menjadik...

A Note For Yourself

Dear heart... There is nothing to share right now except telling you what I truly think inside. It's not about how long we've been together, but also how much we spent the time that already passed. I didn't say that it was totally meaningless. Sometimes, i just can't hold my words. It somehow being the allergies... In fact, I can felt that our path sometimes becoming unreal. It was a fantasy that never be happened and only unfettered dream. I already losing count about how many time I made the scars that should be ignored until its dissapear. So many times, I made you broke whenever I saw them gone away, pursuing their destiny,  while I just sitting down here without any plan to go. Over and over again, I made you falling down and seemed to mean nothing on my sight. Don't care about what the parents told, or what was written on motivation book, or maybe some quotes that have been shared so many times in newsfeed on social media, telling about strengthen yo...

Surat untuk Seorang Kawan

Ditengah hari dimana aku melewatkan langkah kecil dari perjalananku, aku merehatkan diri sejenak. Mendengar ceracau teman di ujung wilayah yang berbeda atau sekadar melihat kabarmu hanya dari foto profilmu. Lalu aku melihatmu. Tersenyum dalam sebuah foto dengan manisnya. Senyum yang seolah tanpa beban tugas yang mendera seperti halnya aku saat ini. Sayangnya ada yang lain dari potret itu. Kamu yang kutemui dalam foto, bukanlah yang kujumpai ketika liburan tiba. Teruntuk kamu yang mungkin saja mengenaliku dan kebetulan sekadar singgah untuk melepas penat dengan membaca tulisan ini... Jujur saja ada sebersit perasaan sedih menjumpaimu walau hanya sebatas foto profil. Aku tahu, langkah kita untuk berpindah mungkin memang dimulai terlebih dulu olehmu. Dalam perjalanan yang panjang itu, tidak ada yang tahu mana yang akan mengalami perubahan lebih besar terlebih dahulu. Semua punya jatahnya masing-masing yang telah diatur dengan seadil-adilnya olehNya. Perjalanan itu memang ber...

Kepada seseorang yang masih menggali...

Coba ceritakan pada saya mengenai anda? Ah…. atau Apa tujuan anda dalam lima tahun kedepan? Adakah pencarianmu sudah sampai pada pertanyaan ini? Atau apakah kau ingin terus menggali tanpa memikirkan seberapa banyak yang telah kau keruk? Atau, adakah selama ini kau hanya berlari untuk menghindar ? Aku tidak akan memaksamu untuk menjawab. Berlarilah sejauh-jauhnya selagi kau bisa. Galilah sedalam-dalamnya selagi kau masih mampu untuk menggali. Carilah sebanyak mungkin jawaban yang ingin kau cari selagi kau masih memiliki kemampuan untuk mencari. Aku tidak akan memaksamu memang… Tetapi ingatlah satu hal ini. Waktu tak akan tinggal diam. Ia yang kau hindari, mungkin dengan segala caranya akan datang mendekatimu. Selalu.  Ia yang masih kau gali, bisa saja menguburmu hidup hidup dalam kesia-siaan. Ia yang kau cari, mungkin tak akan pernah kau temukan. Sebab yang kau cari adalah yang terbaik diatas yang baik. Mungkin mendekati sempurna. Tetapi ...

Suatu Kebetulan

Coincidence (noun)  Kejadian yang tak terduga, Kebetulan *** Bukan hal baru emang bertemu dengan sebuah kebetulan. Coba aja diingat-ingat lagi, hingga detik ini sudah berapa hal yang terjadi secara kebetulan dalam hidup? Well, aku sendiri juga gak mampu untuk menghitung. Terlampau banyak.   Seperti hari ini… salah satu kejadian yang tidak terduga itu menyapaku. Berawal dari kiriman seorang teman yang berupa sebuah video. Bentuknya animasi, sederhana sih, tapi menurutku lucu. Terutama adegan ketika dia mencurahkan rasa cinta untuk menghibur temannya yang lagi bersedih. Seperti ini Hanya bisa aku screenshot doang, image by http://www.instagram.com/buzzfeedtasty Beberapa menit kemudian, dengan orang yang berbeda saat sedang melakukan diskusi yang lumayan serius, end up with she’s sent me a sticker like this... Picture by me 😊 abaikan aja isi pembicaraan. Fokus pada sticker yang dia kirim aja What a coincidence,...