Maret, dan segala teka-tekinya. Seringkali aku terdampar dalam kalut yang menerbangkan khayal. Tersesat pada ribuan tanya yang saling melilit satu sama lain. Tak ada pangkal, yang ada hanyalah gumpalan kekusutan yang meronta untuk terurai. Pada akhirnya, aku menekan diri untuk menguraikannya. Memberinya nama kekalutan itu, teka teki. Ya, ini adalah hitungan ketiga dalam masehi. Photo by Mauricio Artieda from Pexels Mungkin saja masih terlalu awal. Tetapi bukankah sebaik-baiknya tidak memberi kesempatan diri untuk kembali menunda? Bukankah semakin banyak tuntutan yang harus kamu jawab sedang mungkin saja waktumu tak lagi banyak? Masih bergerak pada poros yang diyakini, tetapi tak mungkin untuk berlari mundur dan menghindar bukan? Tidak hanya tanya tentang hari ini. Tanya kemarin, juga tanya yang akan datang menjadi pelengkapnya. Ribuan tanya dalam satu lini pada waktu berbeda. Di tengah tanya yang menggantung, ada ...